PENINGKATAN SDM KARYAWAN JADI KEBANGGAAN

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Usia tak menjadi jaminan kematangan seseorang untuk sukses dibidang bisnis, melainkan konsistensi dan semangat pantang menyerah. Seperti yang dilakukan Bobby Wibowo, Chief Executive Officer (CEO) Maesa Group. Berawal dari menggeluti usaha keluarga Maesa Hotel Ponorogo pada tahun 2011 lalu, Maesa Group kini bertransformasi menjadi perusahaan daerah yang terus berkembang pesat dengan fokus diberbagai sektor. Maesa Group menaungi 20 perusahaan dengan sembilan bidang usaha yang tersebar di wilayah Madiun, Ponorogo, Caruban, Nganjuk, Surabaya, Bali dan Jakarta.

“Pertama kali saya terjun ke dunia bisnis itu awalnya semua masih konvensional karena belum ada system IT sama sekali,” ujar pria yang pada 27 November lalu genap berusia 33 tahun.

Bobby memulai karirnya setelah menyelesaikan kuliahnya di Beijing Language and Culture University pada tahun 2002 lalu. Usai bekerja di salah satu perusahaan di ibukota selama dua tahun, dia memilih menggeluti bisnis sendiri. Tantangan awal yang dihadapi ketika terjun didunia bisnis adalah persoalan SDM yang saat itu masih sangat terbatas. Sebagian besar tenaga kerja hanya lulusan SMP. Namun, kondisi tersebut tidak lantas mematahkan semangatnya.

“Ketika saya pulang ke daerah asal saya Ponorogo, saya memiliki nyali kuat untuk memajukan orang-orang yang bekerja dengan saya,” tandasnya.

Bobby mengawalinya dengan membangun SDM karyawan dari nol. Menurutnya, di dalam sistem perusahaan, semua orang yang bergabung memiliki andil masing-masing. Mereka pun harus hebat bersama. Ketika perusahaan bisa mengembangkan SDM (people development) dengan baik, bisnis yang dikelola akan semakin kuat, maju dan berkembang pesat.

“Saya pikir Maesa Group itu ada ketika kita melihat orang dari satu titik menjadi lebih baik. Itu adalah suatu kebanggan bagi saya,” papar keberhasilan mengembangkan SDM menjadi kesuksesan tersendiri baginya.

Kesuksesan membangun SDM tersebut dapat dilihat dari karyawan yang dulunya hanya bekerja sebagai washkeeping, kini menjadi direktur di Maesa Hotel. Bobby bahkan mengadakan program beasiswa Maesa Homestay setiap dua tahun sekali. Sasarannya adalah anak muda di daerah. Mereka diberangkatkan untuk mengikuti pelatihan, bertukar budaya dan menimba ilmu ke Sendai, Jepang. Tujuannya, agar ilmu yang diperoleh selama belajar di sana dapat menjadi bekal awal untuk meraih masa depan. “Program ini ke depan akan kami laksanakan setahun sekali dengan tujuan tidak hanya ke Jepang saja, namun juga Korea dan China. Dengan demikian anak-anak ini nantinya akan memiliki SDM yang berkualitas,” pungkasnya.

Dimuat di Harian Jawa Pos Radar Madiun Edisi Minggu 8 Desember 2019